PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Neuropsikologi, Ilmu Saraf, Neurologi

Amaurosis Kortikal

cortical amaurosis

Ringkasan Singkat

Amaurosis kortikal adalah hilangnya penglihatan bilateral tanpa adanya kerusakan pada mata atau jalur saraf optik hingga ke talamus, melainkan disebabkan oleh lesi pada korteks visual primer di lobus oksipital otak, seringkali akibat stroke atau cedera.

Amaurosis kortikal adalah kondisi langka yang ditandai dengan hilangnya penglihatan secara bilateral (pada kedua mata) tanpa adanya kerusakan pada mata itu sendiri atau pada jalur saraf optik yang membawa informasi visual dari mata ke talamus. Sebaliknya, kebutaan ini disebabkan oleh lesi atau kerusakan pada korteks visual primer di lobus oksipital kedua belahan otak. Area ini bertanggung jawab untuk pemrosesan awal dan interpretasi informasi visual.

Penyebab umum amaurosis kortikal meliputi stroke yang memengaruhi suplai darah ke korteks oksipital, cedera otak traumatis, ensefalopati, atau kondisi neurologis lainnya. Pasien mungkin memiliki refleks pupil yang normal karena jalur saraf yang mengendalikan pupil berada di luar korteks visual primer. Terkadang, individu dengan amaurosis kortikal mungkin mengalami anosognosia, yaitu ketidakmampuan untuk menyadari atau mengakui kebutaan mereka sendiri, dan bahkan dapat mengarang cerita tentang apa yang mereka lihat (confabulation). Kondisi ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana otak membangun pengalaman visual dan perbedaan antara melihat dan menyadari penglihatan.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • APA Dictionary of Psychology. (n.d.). Cortical amaurosis. Retrieved from https://dictionary.apa.org/cortical-amaurosis
  • Kandel, E. R., Schwartz, J. H., Jessell, T. M., Siegelbaum, S. A., & Hudspeth, A. J. (Eds.). (2012). Principles of Neural Science (5th ed.). McGraw-Hill Education.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback